Skip to main content
makam keramat pulau tidung kepulauan seribu

Sejarah Pulau Tidung dan Makam Keramat

Tidak perlu dipungkiri indonesia merupakan negara maritim yang besar sejak dahulu kala. Sejarah Pulau tidung dan Makam Keramat memiliki kisah masa lalu yang cukup penting di masa silam.

Pada masa penjajahan belanda pulau tidung yang dahulunya bernama pulau air besar  yang merupakan tempat atau pulau untuk membuang / mengasingkan orang-orang pembangkang pemerintahan kolonial belanda. Salah satu nya adalah Muhamad Kaca yg lahir pada tahun 1817 yang berasal dari daerah Malinau kepulauan Kalimantan Timur, nama aslinya adalah Muhamad Sapu, Muhamad Kaca adalah nama samaran saat di asingkan di Pulau Air Besar (sekarang Pulau Tidung Besar) oleh kolonial belanda seperti di ungkapkan oleh Edy Rukhiyat yg  merupakan generasi ke-4 Muhamad Kaca.

Raja Muhammad Sapu / Kaca Pulau TidungNama Asli : Aji Muhammad Sapu
Gelar : Panembahan Raja Pandita
Alias : Kaca
Nama Ayah    : Aji Muhammad Ali Hanapiah (Panembahan Raja Tua)
Nama Ibu    :Aji Ratu Binti Panembahan Alimudin,Keturunan Dari Bangsawan Tidung.
Ciri-Ciri : Kulit Sawo Matang (Melayunesia), Tinggi Tegap,

Pada Awalnya sebelum Raja Pandita diundang ke bulungan,sudah berlaku kontrak politik yaitu suatu perjanjian kerjasama antara kesultanan bulungan dengan pemerintah kolonial belanda pada zaman sultan Maulana Mohammad Kaharudin, yang salah satu isi menyatakan bahwa kesultanan bulungan menguasai kerajaan tidung. Hal tersebut diatas,adalah merupakan pernyataan sepihak yang sebenarnya ditentang dan tidak disetujui oleh Raja Pandita selaku Raja Tanah Tidung. Karena Raja Pandita tidak setuju dan tetap mempertahankan kedudukannya sebagai Raja Tidung di tanah tidung dan menyatakan berdiri sendiri sendiri,serta terlepas dari kerajaan bulungan,maka Resident memerintahkan untuk menangkap Raja Pandita, dan diasingkan ke Pulau Jawa (Batavia) atas biaya sultan bulungan ( Muhd. Noer, April 1997). Sebelum Raja Pandita diasingkan ke Pulau Jawa (Batavia),perundingan dilaksanakan di banjarmasin dengan Resident ,dengan maksud agar Raja Pandita mau mengakui Belanda sebagai yang dipertuan,namun beliau tidak setuju,sehingga akhirnya bersama kedua cucuknya beliau diasingkan lagi le sebuah pulau di kepulauan seribu (Pulau Air) sampai wafat pada tahun 1898 masehi,dalam usia 81 tahun.

Nama Pulau Air besar akhirnya di ganti menjadi Pulau Tidung oleh Muhamad Kaca sesuai dengan nama suku yang ada di kalimantan timur, sampai akhirnya orang suku Tidung di Kepulauan Malinau mengetahuai ada nama pulau tidung di kepulauan seribu, akhirnya beberapa orang dari suku tidung mendatangi pulau tidung untuk mencari asal usul nama pulau tidung, dikarenakan mereka ingin mencari keberadaan rajanya yaitu Raja Pandita yang menghilang tidak diketahui dimana makamnya.

Pada februari 2011 ditemukanlah makam raja pandita di pulau tidung , yang tak lain adalah muhamad kaca yang ternyata adalah Raja Tidung dari kepulauan malinau kalimantan timur yg di asingkan oleh kolonial belanda. Makam Keramat Raja Pandita dan Sejarah Pulau Tidung Pada saat itu menghebohkan seluruh masyarakat pulau Tidung. pemindahan makam dimulai dengan menggali makam Raja Pandita beserta makam istrinya, Thea dan anaknya Hamidun. Prosesi pemindahan makam menggunakan adat dan tradisi suku Tidung, kerangka ketiganya dipindahkan ke lahan pemakaman baru yang berbentuk bangunan seluas 9 x 25 m² di lahan TPU Pulau Tidung.

Pada tanggal 3 Juli 2011, Bupati Kepulauan Seribu, Achmad Ludfi dan Bupati Malinau, Yansen TP meresmikan komplek pemakaman Raja Pandita, Muhammad Kaca sebagai cagar budaya, sebuah bukti sejarah yang harus dijaga. Sejarah pulau tidung pada zaman pemerintahan Muhammad Ali Hanapiah  yang berkuasa sebagai raja tidung,maka kerajaan dipindahkan dari satu daerah ke daerah lain.hal ini tidak lain kerana menghindar pertumpahan darah sebagai akibat perang antara suku,yang  pada akhirnya dipindahkan suatu tempat bernama kuala malinau. Disini kerajaan tidung aman dan damai serta terhindar dari peperangan antara suku,kemudian kehadiran suku-suku lain di kerajaan tidung selanjutnya,hanya sebagai sahabat dan pedagang,yang berdagang kepada penduduk.

Berdasarkan kisah yang sejarah pulau tidung kini pulau ini menjadi salah satu wisata dan destinasi sejarah hingga wisata alam kepulauan seribu yang terfavorit hingga sekarang. Berikut ini adalah 11 wisata pulau tidung yang wajib untuk anda kunjungi selama berlibur di Pulau Tidung.

Related News

sandiaga uno melompat jembatan cinta di pulau tidung

Sandiaga Uno Loncat dari Jembatan Cinta, Pulau Tidung

Trip Pulau Tidung watersport banana boat

Trip Pulau Tidung dan Kegiatan di Pulau

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *